Senin, 12 Desember 2011

MANAJEMEN DAN MANAJER (HO2)



1.    Tingkat Manajemen

Secara umum “manajer” berarti setiap orang yang mempunyai tanggung jawab atas bawahan dan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya. Seperti halnya manajemen, manajer ada dalam setiap tipe organisasi. Ada banyak tipe manajer dengan tugas-tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Pada kesempatan ini akan kita bahas bermacam-macam tipe manajer yang ada, fungsi-fungsi yang dilaksanakan, kegiatan-kegiatan manajer dan berbagai ketrampilan yang dibutuhkan oleh para manajer. Manajer dapat diklasifikasikan dengan dua cara yaitu :

1)      Menurut tingkatan dalam organisasi; rendah(lower Manager), menengah (Middle Manager), dan tinggi (top manager).
2)      Kegiatan-kegiatan organisasi untuk mana mereka bertanggung jawab; manajer umum dan fungsional.

Tingkatan manajer  dalam organisasi akan membagi manajer menjadi tiga golongan yang berbeda :
1)      Manajer lini pertama (Lower Manager). Tingkatan paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional, disebut manajemen lini pertama (first line or first level). Para manajer ini biasa disebut dengan ; kepala atau pimpinan (leader), mandor (foreman), dan penyelia (supervisors).
2)      Manajer Menengah (Middle Manajer). Manajemen menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi, yang membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya atau juga karyawan lainnya. Manajer menengah biasa disebut ; manajer departemen, kepala pengawas (superintendents) dan sebagainya.
3)      Manajer Puncak (Top Manajer). Klasifikasi manajer tertinggi ini terdiri dari sekelompok kecil eksekutif, yang bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen organisasi. Manajer puncak biasa disebut ; direktur, presiden, kepala divisi, wakil presiden senior, dan sebagainya.

Perbedaan tingkatan manajemen akan membedakan pula fungsi-fungsi manajemen yang dijalankan. Terdapat dua fungsi utama manajemen, yaitu manajemen administratif dan manajemen operatif. Manajemen administratif, lebih berurusan dengan penetapan tujuan, perencanaan, penyusunan kepegawaian, dan pengawasan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan. Sedangkan manajemen operatif, lebih mencakup kegiatan memotivasi, supervisi, dan komunikasi dengan para karyawan untuk mengarahkan mereka mencapai hasil-hasil secara efektif. Pada tingkatan manajemen rendah, para manajer akan banyak melaksanakan fungsi manajemen operatif. Semakin tinggi tingkatannya, mereka menjadi lebih terlibat dengan manajemen administratif. Semua tingkatan manajemen melaksanakan kedua unsur tersebut.




2.    Manajer-Manajer Fungsional dan Umum

Para manajer dapat diklasifikasikan berdasarkan lingkup kegiatan yang dikelola, yaitu; manajer fungsional dan manajer umum.

Manajer fungsional, mempunyai tanggung jawab hanya atas satu kegiatan organisasi misalnya ; produksi, pemasaran, keuangan, kepegawaian atau akuntansi. Kegiatan-kegiatan  fungsi-fungsi lainnya menjadi tanggung jawab manajer fungsional lainnya, sebagai contoh ; manajer pemasaran bertanggung jawab atas seluruh kegiatan distribusi tetapi meminta bantuan kepada manajer personalia untuk masalah-masalah tenaga penjualannya.

Pada tingkatan manajemen yang lebih tinggi, manajer umum ; mengatur, mengawasi, dan bertanggung jawab atas satuan kerja keseluruhan atau divisi operasi yang mencakup semua atau beberapa kegiatan-kegitan fungsional satuan kerja.


3.    Fungsi-Fungsi yang dilaksanakan Manajer

Manajemen dapat berarti ; “pencapaian tujuan melalui  pelaksanaan fungsi-fungsi tertentu”. Salah satu klasifikasi paling awal dari fungsi-fungsi manajerial dibuat oleh “Henri Fayol”, dalam bukunya  “General and Industrial Management”, yang menyatakan bahwa  “fungsi-fungsi utama dalam proses manajemen adalah ; perencanaan (planning),  pengorganisasian (organizing), pengkordinasian (coordinating),  pemberian perintah (directing)  dan pengawasan (controlling)”.

Selanjutnya beberapa pendapat para ahli manajemen tentang fungsi-fungsi manjemen dapat dijelaskan sebagai berikut :

1)      Luther Gullick             ;   planning, organizing, staffing, directing,
                                              coordinating,  reporting, and controlling.
2)      George Terry              ;   planning, organizing,actuating, and controlling.
3)      Ernest Dale                 ;   planning, organizing, staffing, directing, inovating,
                                              representing, and controlling.
4)      Koonts & O’Donnel    ;   planning, organizing, staffing, directing, and
                                              controlling.
5)      Oey Liang Lee             ;   planning, organizing, directing, and coordinating.
6)      William Newman        ;   planning, organizing, assembling of resources,
                                             directing, and controlling.
7)  James Stoner               ;   planning, organizing, leading, and controlling.

1)  Perencanaan (planning), adalah ;
(1)         pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan organisasi.
(2)         penentuan strategi, kebijaksanaan, proyek, program, prosedur, metoda,                  system, anggaran, dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
           


Rencana-rencana dibutuhkan untuk memberikan kepada organisasi tujuan             tujuannya dan menetapkan prosedur terbaik untuk pencapaian tujuan-tujuan             itu. Disamping itu, rencana memungkinkan ;
(1)   Organisasi bisa memperoleh dan mengikat sumberdaya-sumberdaya yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan.
(2)   Para anggota organisasi untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang konsisten dengan berbagai tujuan dan prosedur terpilih.
(3)   Kemajuan dapat dimonitor dan diukur, sehingga tindakan korektif dapat diambil bila tingkat kemajuan tidak memuaskan.

Semua fungsi lainnya tergantung pada fungsi ini, dimana fungsi lain tidak             akan berhasil tanpa perencanaan dan pembuatan keputusan yang tepat, cermat            dan kontinu. Sebaliknya perencanaan yang baik sangat tergantung pelaksanaan            efektif fungsi-fungsi lain.

2)  Pengorganisasian (organizing), adalah ;

(1)   Penentuan sumber daya-sumber daya dan kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi.
(2)   Perancangan dan pengembangan suatu organisasi atau kelompok kerja yang akan dapat membawa hal-hal tersebut ke arah tujuan.
(3)   Penugasan tanggung jawab tertentu dan kemudian.
(4)   Pendelegasian wewenang yang diperlukan kepada individu-individu untuk melaksanakan tugas-tugasnya.

Organisasi perlu dirancang dan dikembangkan, agar dapat melaksanakan             berbagai program secara sukses, dalam rangka mencapai tujuan dan rencana             yang telah ditetapkan. Manajer perlu mempunyai kemampuan untuk             mengembangkan dan kemudian memimpin tipe organisasi yang sesuai dengan tujuan, rencana dan program yang telah ditetapkan.

3) Penyusunan Personalia (staffing), adalah penarikan (recruitmen), latihan dan pengembangan, serta penempatan dan pemberian orientasi para karyawan dalam lingkungan kerja yang menguntungkan dan produktif. Dalam pelaksanaan  fungsi ini manajemen menentukan persyaratan-persyaratan mental, fisik, dan emosional untuk  posisi jabatan yang ada melalui analisa jabatan, deskripsi jabatan dan kemudian menarik karyawan yang diperlukan dengan karakteristik personalia tertentu, antara lain; keahlian, pendidikan, umur, latihan dan pengalaman. Fungsi ini mencakup kegiatan-kegiatan seperti pembuatan system penggajian untuk pelaksanaan kerja yang efektif, penilaian karyawan untuk promosi, latihan dan pengembangan karyawan.
  
4) Pengarahan (leading) secara sederhana, adalah membuat atau mendapatkan para karyawan melakukan apa yang diinginkan, dan harus mereka lakukan. Fungsi ini melibatkan kualitas, gaya, dan kekuasaan pemimpin serta kegiatan-kegiatan kepemimpinan seperti, komunikasi, motivasi, dan disiplin. Fungsi leading, sering disebut; directing, motivating, actuating, dan lain sebagainya. Kegiatan pengarahan langsung menyangkut orang-orang dalam organisasi.

 5) Pengawasan (controlling), adalah; penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Pengawasan positif adalah; mencoba untuk mengetahui apakah tujuan organisasi dicapai dengan efisien dan efektif, sedangkan pengawasan negatif adalah; mencoba untuk menjamin bahwa kegiatan yang tidak diinginkan atau dibutuhkan tidak terjadi atau terulang kembali.

Fungsi pengawasan  pada dasarnya mencakup unsur-unsur ;
(1)   penetapan standar pelaksanaan
(2)   penentuan ukuran-ukuran pelaksanaan
(3)   pengukuran pelaksanaan nyata dan membandingkannya dengan standar yang ditetapkan
(4)   pengambilan tindakan koreksi yang diperlukan bila pelaksanaan menyimpang dari standar.

Semua fungsi-fungsi manajemen harus dilaksanakan oleh manajer kapan saja dan dimana saja kelompok-kelompok diorganisasi, walaupun ada perbedaan tekanan untuk tipe organisasi, jabatan fungsional, dan tingkatan manajemen yang berbeda.


4.    Kegiatan-kegiatan Manajer

Manajer melaksanakan fungsi-fungsi organisasi yaitu ; membuat rencana, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengawasi kegiatan-kegiatan organisasi, yang dilakukan, dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang saling tergantung, saling berinteraksi dan saling berhubungan, dari penetapan tujuan sampai pengawasan.

Manajer adalah perencana, pengorganisasi, pemimpin atau pengarah dan pengawas. Dalam kenyataannya, setiap manajer mengambil peranan yang lebih luas untuk menggerakkan organisasi menuju sasaran-sasaran yang telah ditetapkan. Tugas-tugas penting yang dilaksanakan oleh manajer adalah ;
1)      Manajer bekerja dengan dan melalui orang lain. Mencakup bawahan, atasan, manajer-manajer lainnya dalam organisasi dan individu-individu dari luar organisasi ; pelanggan (konsumen), pemasok(supplier), serikat karyawan, pejabat dan karyawan-karyawan kantor pemerintahan dan sebagainya.
2)      Manajer memadukan dan menyeimbangkan tujuan-tujuan yang saling bertentangan dan menetapkan prioritas-prioritas. Karena berbagai sumberdaya yang dibutuhkan dalam rangka pencapaian tujuan selalu terbatas, manajer harus menjaga keseimbangan diantara berbagai tujuan dan kebutuhan organisasi.
3)      Manajer bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan. Para manajer ditugaskan untuk mengelola pekerjaan-pekerjaan tertentu secara sukses, dan biasanya dievaluasi, selanjutnya manajer juga bertanggung jawab atas kesuksesan atau kegagalan kegiatan-kegiatan para bawahan. 
4)      Manajer harus berfikir secara analitis dan konseptual. Manajer harus mampu memandang keseluruhan tugas dan mengaitkan suatu tugas dengan tugas-tugas lain.
5)      Manajer adalah seorang mediator. Organisasi terdiri dari orang-orang dan kadang-kadang mereka saling bertentangan, untuk itu dituntut peranan manajer sebagai mediator (penengah)
6)      Manajer adalah seorang politisi. Manajer harus mengembangkan hubungan-hubungan baik untuk mendapatkan dukungan atas kegiatan-kegiatan, usulan-usulan dan keputusan-keputusannya. Setiap manajer efektif, memainkan “politik” dengan mengembangkan jaringan kerjasama timbal balik dengan para  manajer lain dalam organisasi.
7)      Manajer adalah seorang diplomat.   Manajer harus berperan sebagai wakil (representatif) resmi kelompok kerjanya pada pertemuan-pertemuan organisasional, dan mewakili organisasi dalam berurusan dengan kontraktor, langganan, pejabat  pemerintah, atau personalia organisasi lain.
8)      Manajer mengambil keputusan-keputusan sulit. Organisasi selalu menghadapi banyak masalah, misalnya kesulitan finansial, masalah personalia  dan sebagainya, untuk itu manajer diharapkan dapat menemukan pemecahan berbagai masalah sulit dan  mengambil keputusan yang akurat.

Pada dasarnya kegiatan yang dilaksanakan oleh para manajer dapat diklasifikasikan dalam beberapa kelompok :
1)      pribadi
2)      teknis
3)      administratif
4)      interaksional.

Kegiatan-kegiatan ini berhubungan dengan dan dapat dipelajari dalam fungsi-fungsi manajerial dan paduan kegiatan-kegiatan ini dengan fungsi-fungsinya, akan didapatkan pandangan yang menyeluruh tentang kegiatan manajer.


5.          Peranan-peranan Manajer

Henry Minzberg dalam bukunya, The Nature of Managerial Work, telah melakukan penelitian tentang berbagai macam pekerjaan dan peranan manajerial, dan kemudian membuat sintesa hasil studi empirisnya mengenai peranan-peranan manajerial. Dia  menemukan bahwa tidak ada pertentangan antara pendekatan fungsional dan pendekatan kegiatan, keduanya saling melengkapi. Sebagai hasil studinya, Mintzberg mengelompokkan perilaku para manajer menjadi tiga bidang peran yaitu :
1)      antara pribadi
2)      informasional
3)      pembuatan keputusan.

Manajer kemudian menggunakan ketrampilan pribadi dan manajerial serta             kemampuan untuk melaksanakan secara efektif. Konsepsi Mintzber ini             memberikan pemikiran baru dan cakrawala yang lebih luas tentang fungsi             fungsi dan kegiatan-kegiatan manajerial yan dilakukan manajer.

6.   Bagaimana Manajer Menggunakan Waktunya

Hampir semua manajer mempergunakan usaha, waktu dan energi untuk melakukan interaksi dengan orang lain. TY.A. Mahoney, T.H. Jerdee dan S.J. Carroll dalam bukunya, The Job (s) of Management, Industrial Relations, telah melakukan penelitian terhadap 452 manajer dari seluruh tingkatan manjemen yang bekerja pada 13 perusahaan berbagai tipe industri yang besarnya bervariasi dari 100 sampai 4.000 karyawan. Mereka mengukur waktu yang dicurahkan oleh manajer dalam berbagai kegiatannya. Dari para manajer yang diteliti, dapat dicermati waktu yang digunakan untuk melaksanakan tugasnya sebagai berikut:


Tabel  % hari kerja yang dipergunakan manajer pada berbagai macam tugas :
       fungsi                        % dari hari kerja
--------------                  ----------------------
1)  pengawasan                         28,4
2)  perencanaan                        19,5
3)  pengkordinasian                  15,0
4)  penilaian                              12,7
5)  penyelidikan                        12,6
6)  perundingan                            6,0 
7)  penyusunan kepegawaian        4,1
8)  perwakilan                             1,8


7.                Ketrampilan-ketrampilan Manajerial

Ketrampilan-ketrampilan manajerial yang dibutuhkan untuk menjadi manajer yang efektif, berdasarkan pendapat Robert Katz dalam bukunya, Skills of an Effective Administrator, adalah :
1)      Ketrampilan konseptual (conceptual skills). Kemampuan mental untuk mengkoordinasikan dan mengintegrasikan seluruh kepentingan dan kegiatan organisasi.
2)      Ketrampilan kemanusiaan (human skills). Kemampuan untuk bekerja dengan memahami dan memotivasi orang lain, baik secara individu atau kelompok.
3)      Ketrampilan administratif (administratif skills). Ketrampilan yang berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian, penyusunan kepegawaian dan pengawasan.
4)      Ketrampilan teknik (technical skills). Kemampuan untuk menggunakan peralatan-peralatan, prosedor-prosedur, atau teknik-teknik dari suatu bidang tertentu, seperti; akuntansi, produksi, penjualan, permesinan dan sebagainya.

 Ketrampilan mana yang relatif lebih penting, tergantung pada ;
1)      tipe organisasi,
2)      tingkatan manajerial
3)      fungsi yang sedang dilaksanakan.
           

PENGERTIAN MANAJEMEN (HO1)



1.    Mengapa Manajemen Dibutuhkan ?

Manajemen selalu ada dan dibutuhkan untuk semua jenis kegiatan suatu organisasi, dimana orang-orang bekerjasama untuk mencapai  suatu tujuan bersama. Dilain pihak setiap manusia dalam perjalanan hidupnya selalu akan menjadi anggota dari beberapa macam organisasi, seperti organisasi sekolah, perkumpulan olahraga, kelompok musik, organisasi perusahaan dan lain-lain. Organisasi-organisasi tersebut mempunyai persamaan dasar, walaupun berbeda satu sama lain, sebagai contoh organisasi perusahaan dikelola secara lebih formal dibanding kelompok olahraga. Persamaannya tercermin pada fungsi-fungsi manajerial yang dijalankan. Fungsi-fungsi manajemen tersebut bersifat universal, sama di mana saja, dalam seluruh organisasi dan berlaku kapan saja, walaupun diterapkan secara berbeda oleh manajer-manajer yang berbeda pula, yang dalam hal ini tergantung pada variable-variabel maupun tipe organisasi, kebudayaan, dan tipe anggotanya.

Sebagai ilmu pengetahuan, manajemen juga bersifat universal, dan mempergunakan kerangka ilmu pengetahuan yang sistematis, mencakup kaidah-kaidah, prinsip-prinsip dan konsep-konsep yang cenderung benar dalam semua situasi manajerial.. Ilmu pengetahuan manajemen dapat diterapkan dalam semua organisasi, seperti perusahaan, pemerintah, pendidikan, sosial, keagamaan dan lain-lain, sehingga dapat disimpulkan, bila seorang manajer mempunyai pengetahuan dasar manajemen, dan mengetahui cara menerapkan pada situasi yang ada, dia akan dapat melakukan fungsi-fungsi manajerial dengan efisien dan efektif, dan tentu saja cukup fleksibel untuk menyesuaikan diri dengan situasi baru dan perubahan lingkungan.

Manajemen dibutuhkan oleh semua organisasi, karena tanpa manajemen, semua usaha akan sia-sia dan pencapaian tujuan akan lebih sulit. Alasan utama diperlukannya manajemen adalah:
1)      Untuk mencapai tujuan. (organisasi dan pribadi)

2)  Untuk menjaga keseimbangan di antara tujuan-tujuan yang saling
      bertentangan. (sasaran, kegiatan, dan pihak-pihak berkepentingan)

3)  Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas.

Konsepsi utama untuk mengukur prestasi kerja (performance) manajemen adalah efisiensi dan efektivitas. “Efisiensi” adalah kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar, yang merupakan perhitungan ratio antara (output) dan masukan (input). Seorang manajer disebut efisien, jika output yang dihasilkan (hasil, produktivitas, performance) lebih tinggi dibandingkan input yang digunakan (tenaga kerja, bahan baku, bahan modal dan waktu).” Efektivitas” merupakan kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Seorang manajer disebut efektif, bila dapat memilih pekerjaan yang harus dilakukan atau metode yang tepat untuk mencapai tujuan. Menurut ahli manajemen “Peter Drucker”,dalam bukunya Managing for Result “efektivitas adalah melakukan pekerjaan yang benar (doing the right things)”, sedangkan “efisiensi adalah melakukan pekerjaan dengan benar (doing things right)”. Bagi para manajer, yang paling penting adalah bagaimana menemukan pekerjaan yang benar untuk dilakukan dan memusatkan sumber daya dan usaha pada pekerjaan tersebut, bukan bagaimana melakukan pekerjaan dengan benar.


2.    Definisi Manajemen
     
Dalam kenyataan, manajemen sulit didefinisikan dan tidak ada definisi manajemen yang telah diterima secara universal.  “Mary Parker Follett” dalam bukunya Management, mendefinisikan “manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain”. Yang berarti bahwa para manajer mencapai tujuan organisasi melalui pengaturan orang lain, untuk melaksanakan berbagai tugas yang mungkin diperlukan.

Manajemen bisa juga mempunyai pengertian lebih dari pada itu. Pengertian manajemen begitu luas, sehingga dalam kenyataannya tidak ada definisi yang digunakan secara konsisten oleh semua orang. “James A. F. Stoner”, dalam bukunya Management, mengemukakan definisi yang lebih kompleks dan mencakup aspek-aspek penting pengelolaan, yaitu;”manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan”. Hal ini menunjukkan bahwa para manajer menggunakan semua sumber daya organisasi (keuangan, peralatan dan informasi, dan lain-lain), dalam pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditetapkan (stated goals).

 Dalam hal ini Manajemen berarti:
1)      Perencanaan
2)      Pengorganisasian
3)      Penyusunan personalia               Anggota organisasi              Tujuan organisasi
4)      Pengarahan
5)      Pengawasan.     


3.    Manajemen sebagai Ilmu dan Seni

“Luther Gulick”, dalam bukunya Management in Science,  mendefinisikan “manajemen sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis untuk memahami  mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan membuat system kerjasama ini”. Menurut Gulick manajemen telah memenuhi persyaratan untuk disebut bidang ilmu pengetahuan, karena telah dipelajari untuk waktu yang lama dan telah diorganisasi menjadi suatu rangkaian teori. Teori manajemen selalu diuji dalam praktek, sehingga manajemen sebagai ilmu akan terus berkembang. Manajemen merupakan ilmu pengetahuan juga dalam arti, bahwa manajemen memerlukan disiplin ilmu-ilmu pengetahuan lain dalam penerapannya, misalnya ilmu ekonomi, stastik, akuntasi dan lain-lain. Bidang-bidang ilmu ini dapat kita pelajari secara universal. Praktek manajemen seharusnya selalu didasarkan atas prinsip-prinsip teori, yang menghasilkan prinsip-prinsip, yang selanjutnya akan menjadi kaidah-kaidah, sebagai dasar pengembangan kegiatan manajemen dalam praktek.

Manjemen bukan hanya merupakan ilmu atau seni, tetapi kombinasi dari keduanya. Kombinasi ini tidak dalam proporsi yang tetap, tetapi dalam proporsi yang bermacam-macam. Pada umumnya para manajer efektif mempergunakan pendekatan “ilmiah” dalam pembuatan keputusan, dilain pihak dalam banyak aspek perencanaan, kepemimpinan, komunikasi, dan segala sesuatu yang menyangkut unsur manusia, manajer harus juga menggunakan pendekatan seni (artistik).


4.      Manajemen sebagai Profesi.

“Edgar H. Schein”, dalam bukunya Organizational Socialization and the Profession of Management, menguraikan karakteristik-karakteristik atau kriteria-kriteria untuk menentukan sesuatu sebagai profesi yaitu:

1)      Para professional membuat keputusan atas dasar prinsip-prinsip umum.     (pendidikan, kursus-kursus, program-program latihan formal, menunjukkan       bahwa ada prinsip-prinsip manajemen tertentu yang dapat diandalkan).

2)      Para professional mendapatkan status mereka karena mencapai standar prestasi kerja tertentu. (bukan karena favoritisme, suku bangsa, agama, kriteria politik atau sosial lainnya).

3)      Para profesional harus ditentukan oleh suatu kode etik yang kuat.

Manajemen telah berkembang menjadi bidang yang semakin profesional melalui pesatnya perkembangan  program-program latihan manajemen di universitas-universitas ataupun lembaga manajemen, dan pengembangan para eksekutif perusahaan (organisasi).  


5.    Pengertian Manajemen yang berbeda dengan Istilah Manajemen

Pengertian manajemen perlu dibedakan dengan pengertian istilah-istilah lain seperti kewiraswastaan (entrepreneurship) dan supervisi. Tidak hanya istilahnya yang  berbeda, tetapi juga gagasannya, yaitu:

1)      Manajemen berbeda dengan kewiraswastaan (wirausaha). Dalam ekonomi,     faktor-faktor produksi antara lain   tanah, tenaga kerja, modal, dan wiraswasta     (pemilik). Menurut definisi, wiraswasta adalah memahami, mendapatkan sumber daya-sumber daya, mengorganisasikan dan menjalankan perusahaan (bisnis). Mereka cenderung menjadi pengambil resiko yang didorong oleh motif keuangan (keuntungan). Manajemen, sebaliknya terlibat dalam pengorganisasian dan memimpin perusahaan (bisnis) dan organisasi lainnya, tetapi tidak mencakup kepemilikan. Manajer adalah karyawan yang mengidentifikasikan dirinya lebih dekat dengan karyawan lainnya daripada pemilik. Manajer dapat menjadi wiraswasta, dan wiraswasta dapat pula menjadi manajer.

2)      Manajemen berbeda dengan supervisi. Supervisi adalah pengarahan dan       pengendalian karyawan-karyawan tingkat bawah dalam suatu organisasi       (umumnya disebut mandor atau kepala tukang/foreman, dan penyelia lini        pertama), sehingga supervisi merupakan bagian dari manajemen.


6.    Aplikasi Manajemen yang berbeda dari Istilah Manajemen.

Terdapat aplikasi manajemen yang berbeda dari istilah manajemen. Istilah manajemen dapat digunakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan:
1)      Pengelompokan pekerjaan.  Manajemen dapat berarti suatu kelompok orang yang  melaksanakan tugas-tugas atau fungsi-fungsi manajerial, yang digunakan untuk  menyebut seluruh individu  dalam kelompok tersebut secara kolektif.

2)      Seorang individu. Individu yang melaksanakan fungsi-fungsi manajerial atau  bagian dari kelompok secara keseluruhan dapat disebut bagian dari manajemen.

3)      Suatu disiplin akademik. Manajemen adalah suatu bidang spesialisasi akademik, atau suatu bidang studi.

4)      Suatu proses. Manajemen juga merupakan suatu proses, karena mencakup   pelaksanaan suatu rangkaian tipe-tipe khusus kegiatan atau fungsi.


                                            

Minggu, 11 Desember 2011

Kata Pengantar

Kami menyadari bahwa seringkali para mahasiswa menghadapi kendala-kendala untuk dapat menyelesaikan studinya dengan tepat waktu. Salah satu kendala yang sering dihadapi mahasiswa ialah dalam penyusunan skripsi. Kesulitan untuk dapat menyelesaikan Skripsi tepat waktu  dapat disebabkan antara lain : kesibukan mahasiswa yang studinya mungkin sambil bekerja atau ketersediaan waktu dari dosen pembimbing, dst. Kelambatan dalam penyelesaian Skripsi berdampak sangat merugikan  dari segi biaya  dan waktu.
Oleh karena itu Blog ini dibuat untuk membantu para mahasiswa khususnya jurusan ilmu-ilmu Sosial untuk dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu.
Pembimbing yang mengasuh blog ini memiliki cukup pengalaman baik dalam berbagai bidang pekerjaan maupun di institusi pendidikan.
Bagi para mahasiswa yang berminat mendapatkan bimbingan silahkan kontak ke email : gumelar_iwan@yahoo.com
Selamat beraktifitas.